Sejarah Persigo Gorontalo: Mengenang “Laskar Hulondalo” yang Kini Bertransformasi Menjadi Klub Modern

AnakBola.org – Dalam beberapa tahun terakhir, kompetisi Liga 2 Indonesia diramaikan oleh fenomena perpindahan kepemilikan dan perubahan nama klub (akuisisi). Salah satu klub yang paling sering dibicarakan adalah FC Bekasi City (yang sebelumnya bernama AHHA PS Pati dan PSG Pati). Namun, tahukah Anda bahwa akar sejarah dari klub tersebut sebenarnya berasal jauh dari Pulau Sulawesi?
Benar sekali, cikal bakal lisensi klub modern tersebut adalah tim legendaris kebanggaan masyarakat Gorontalo, yaitu Persigo Gorontalo. Berjuluk “Laskar Hulondalo”, klub ini pernah menjadi salah satu kekuatan menakutkan dari Indonesia Timur di kancah Divisi Utama Liga Indonesia pada dekade 2000-an.
Masa Kejayaan Laskar Hulondalo
Persigo Gorontalo didirikan pada tahun 1970. Klub yang bermarkas di Stadion Merdeka, Kota Gorontalo ini mencapai puncak kejayaannya pada pertengahan era 2000-an saat mereka rutin bersaing di kasta kedua dan sempat mencicipi Divisi Utama (kasta tertinggi saat itu).
Layaknya mayoritas tim dari Pulau Sulawesi, gaya permainan Persigo sangat khas: cepat, keras, dan mengandalkan daya tahan fisik yang prima. Bertandang ke Stadion Merdeka adalah ujian mental yang berat bagi tim-tim dari Pulau Jawa. Cuaca terik Gorontalo dan dukungan militan suporter lokal sering kali membuat tim tamu pulang dengan tangan hampa. Persigo saat itu sukses melahirkan dan memoles bakat-bakat lokal yang kemudian malang melintang di persepakbolaan nasional.
Hantaman Krisis Finansial dan Lisensi yang Dijual
Namun, roda nasib mulai berputar ke arah yang salah ketika sepak bola Indonesia memasuki era industri murni yang melarang penggunaan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Persigo, yang sangat bergantung pada dukungan pemerintah daerah, mulai mengalami krisis keuangan yang parah.
Karena tidak sanggup lagi membiayai operasional tim untuk berkompetisi, manajemen akhirnya mengambil keputusan pahit pada tahun 2017: lisensi klub Persigo dijual ke pihak swasta di Jawa Timur, yang kemudian mengubah namanya menjadi Semeru FC Lumajang.
Evolusi Menjadi Klub “Sultan”
Dari Semeru FC, lisensi klub ini kembali diakuisisi dan berganti nama menjadi Putra Sinar Giri (PSG) Pati. Tak lama setelah itu, selebritas Atta Halilintar membelinya dan mengubahnya menjadi AHHA PS Pati, sebelum akhirnya kini bermarkas di Jawa Barat dengan nama FC Bekasi City.
Meskipun lisensi dan nama klub telah berpindah ratusan kilometer dari rumah aslinya, sejarah perjuangan keringat dan air mata Persigo Gorontalo di kancah sepak bola nasional akan selalu abadi di hati masyarakat Serambi Madinah (Gorontalo).
