Profil Garrincha: Sang “Malaikat Berkaki Bengkok” Pahlawan Terlupakan yang Lebih Dicintai dari Pele

AnakBola.org – Jika Anda bertanya kepada orang di seluruh dunia siapa pemain terbaik Brasil sepanjang masa, jawabannya pasti Pele. Namun, jika Anda pergi ke pedalaman Brasil, mendatangi favela (kawasan kumuh), dan bertanya kepada generasi tua di sana, mereka akan menyebut nama lain. Sebuah nama yang mengundang senyum hangat sekaligus air mata: Garrincha.
Garrincha adalah Alegria do Povo (Kebahagiaan Rakyat). Ia adalah keajaiban medis, seorang pria dengan kelainan fisik bawaan yang justru mengubahnya menjadi pemain sayap dengan dribbling (gocekan) paling mematikan dalam sejarah sepak bola.
Cacat Lahir yang Menjadi Senjata Mematikan
Nama aslinya adalah Manuel Francisco dos Santos. Ia terlahir di tengah kemiskinan ekstrem dengan kondisi cacat fisik: tulang belakangnya bengkok, kaki kanannya bengkok ke dalam, dan kaki kirinya bengkok ke luar dengan panjang yang lebih pendek 6 sentimeter dari kaki kanannya!
Dokter memvonis ia tidak akan pernah bisa berjalan normal. Namun, kelainan tulang itulah yang justru membuat pergerakannya di lapangan sangat tidak bisa diprediksi. Keseimbangan tubuhnya sangat unik. Ia tidak butuh banyak trik modern; ia hanya berhenti di depan bek lawan, menggerakkan bahunya sedikit, dan dalam sekejap matanya ia sudah melesat meninggalkan bek tersebut. Sangat sederhana, namun mustahil dihentikan.
Pahlawan Utama Piala Dunia 1962
Dunia selalu memuja Pele sebagai pahlawan Brasil. Namun, fakta sejarah membuktikan hal lain di Piala Dunia 1962 di Chile. Di awal turnamen, Pele mengalami cedera parah dan tidak bisa bermain. Brasil panik.
Di momen kritis itulah, Garrincha mengambil alih panggung. Ia memikul seluruh negara di bahunya, mencetak 4 gol, memberikan assist, dan bermain seolah ia turun dari surga untuk menghibur penonton. Brasil sukses menjuarai Piala Dunia secara back-to-back (1958 & 1962), dan Garrincha mutlak menjadi Pemain Terbaik turnamen tersebut. Sepanjang kariernya, Brasil tidak pernah kalah satu kali pun jika Garrincha dan Pele bermain bersama di lapangan.
Akhir Tragis Sang Burung Kecil
Sayangnya, di luar lapangan, Garrincha memiliki jiwa anak kecil (Garrincha berarti “burung kecil”). Ia sangat polos, buta huruf, dan tidak mengerti cara mengelola uang. Ia sering ditipu oleh klubnya dan ditipu oleh teman-temannya. Ia terjerumus dalam alkohol yang akhirnya merusak livernya.
Sang Malaikat Berkaki Bengkok meninggal dunia dalam kemiskinan dan kesendirian di usia 49 tahun. Meski akhir hidupnya tragis, jutaan rakyat Brasil turun ke jalan mengantar peti matinya, membuktikan bahwa Garrincha adalah perwujudan sejati dari sepak bola jalanan yang murni dan tanpa beban.
