Profil Yaris Riyadi: Mengenang Sang “Ular Kobra” Persib Bandung yang Gesit dan Tak Kenal Lelah

0

AnakBola.org – Sejarah panjang Persib Bandung selalu dihiasi oleh putra-putra daerah asli Jawa Barat yang mendedikasikan nyawa dan keringatnya untuk kebanggaan Maung Bandung. Di akhir dekade 90-an hingga pertengahan 2000-an, Bobotoh sangat memuja seorang gelandang serang bertubuh mungil, lincah, dan memiliki gaya berlari yang sangat unik. Ia adalah Yaris Riyadi.

Bagi generasi yang tumbuh menyaksikan Liga Indonesia di televisi layar cembung, nama Yaris Riyadi adalah jaminan hiburan. Berjuluk “Si Ular Kobra”, permainannya sangat merepotkan bek lawan. Fisiknya yang tidak lebih dari 165 cm menyimpan stamina kuda yang membuatnya terus berlari selama 90 menit.

Lahir dan Bersinar dari Diklat Persib

Yaris adalah produk murni binaan sepak bola Bandung. Ia mengawali langkahnya dari klub amatir UNI Bandung sebelum menembus skuad utama Persib pada tahun 1998. Pada era tersebut, sepak bola Indonesia sangat mengandalkan kekuatan fisik dan benturan keras, namun Yaris berhasil survive berkat kecepatannya berpikir dan bergerak.

Di bawah komando pelatih Indra Thohir, Yaris menjadi roh lini tengah Persib. Visi umpan pendek satu-duanya (one-two pass) sangat cocok dengan gaya permainan khas tanah Pasundan yang cepat dan taktis.

Julukan Ular Kobra yang Ikonik

Dari mana asal julukan “Ular Kobra”? Julukan ini disematkan oleh suporter dan komentator karena postur tubuh dan gaya berlarinya. Yaris berlari dengan posisi dada sedikit membusung ke depan dan kepala yang tegak, persis seperti ular kobra yang sedang bersiap mematuk mangsanya.

Selain gaya larinya, ia juga sangat licin. Saat dijepit oleh dua gelandang bertahan lawan yang bertubuh besar, Yaris selalu bisa meliuk-liuk mencari celah untuk keluar, lalu seketika melepaskan umpan matang kepada striker. Kelincahan dan keseimbangan tubuhnya saat berbelok arah (turning) sangat luar biasa, membantunya terhindar dari cedera parah akibat tekel-tekel brutal khas bek Liga Indonesia zaman dulu.

Pengabdian untuk Jawa Barat

Meski sempat merantau ke beberapa klub seperti Pelita Krakatau Steel dan PSIS Semarang, hati Yaris selalu tertaut pada Persib Bandung. Ia mengakhiri kariernya sebagai salah satu legenda lokal yang dihormati. Yaris Riyadi adalah bukti nyata bahwa ukuran tubuh yang mungil bisa menjadi senjata paling mematikan jika dibarengi dengan visi bermain dan ketekunan yang luar biasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *