Profil Boubacar Sanogo: Striker Berpengalaman Bundesliga yang Tumpul di Madura United

AnakBola.org – Tahun 2017 adalah tahun di mana PSSI menerapkan regulasi Marquee Player di Liga 1, yang memicu banyak klub Indonesia berbondong-bondong mendatangkan pemain berstatus bintang Eropa. Salah satu tim yang ikut gerbong tersebut adalah Madura United. Laskar Sape Kerrab secara meyakinkan merekrut Boubacar Sanogo, striker asal Pantai Gading.
Jejak rekam Sanogo tidak main-main. Ia adalah penyerang yang pernah malang melintang di kasta tertinggi Liga Jerman (Bundesliga) bersama klub-klub mapan seperti Werder Bremen, Hoffenheim, hingga Hamburg SV.
Ekspektasi Mesin Gol yang Berujung Frustrasi
Didatangkan untuk menggantikan peran Luis Carlos Junior yang dianggap kurang tajam, Sanogo memikul beban berat di pundaknya. Suporter berharap pemain setinggi 187 cm ini bisa mendominasi duel udara dan menjadi tembok pemantul ( target man ) yang sempurna di lini depan Madura United.
Namun, adaptasi dengan gaya sepak bola Indonesia terbukti sangat menyiksa Sanogo. Permainan Liga 1 yang berpusat pada lari sprint sayap dan tekel keras secara konstan membuat Sanogo tampak kaku. Ia kesulitan menemukan ruang tembak dan pergerakannya sering kali dengan mudah dibaca oleh bek-bek lokal yang bermain rapat.
Dicoret Hanya Dalam Hitungan Bulan
Statistik Boubacar Sanogo di Madura United sangat memprihatinkan bagi pemain dengan kaliber Bundesliga. Ia hanya bermain dalam 4 pertandingan resmi Liga 1, dan lebih buruknya lagi, ia gagal mencetak satu gol pun untuk Laskar Sape Kerrab.
Karena kontribusinya dinilai sangat minim dan tak kunjung menyatu dengan skema pelatih, manajemen Madura United mengambil langkah tegas. Kontrak Sanogo diputus di pertengahan jalan. Kegagalan Sanogo menambah daftar panjang bukti empiris bahwa reputasi besar dari liga elit Eropa bisa menguap tak bersisa saat berhadapan dengan liarnya lapangan hijau Asia Tenggara.
