Drama Julien Faubert: Eks Pemain Real Madrid yang Gagal Total di Borneo FC

AnakBola.org – Liga 1 Indonesia musim 2018 sempat diwarnai kedatangan pemain dengan Curriculum Vitae (CV) yang luar biasa mentereng. Borneo FC secara mengejutkan meresmikan Julien Faubert, pemain sayap asal Prancis yang pernah berseragam klub raksasa Spanyol, Real Madrid, dan klub Inggris, West Ham United.
Publik Samarinda pun menyambutnya bak pahlawan. Harapannya, kualitas sentuhan pemain jebolan El Real ini bisa merobek-robek pertahanan lawan di Liga 1. Namun, yang terjadi justru sebuah antiklimaks.
Faktor Usia dan Fisik yang Menurun
Datang pada usia 34 tahun, fisik Faubert jelas sudah tidak seprima saat ia berlari di Santiago Bernabeu. Sepak bola Indonesia dikenal dengan gaya bermain yang sangat mengandalkan kecepatan, fisik, dan tekel-tekel telat. Faubert yang ditempatkan sebagai gelandang bertahan oleh Borneo FC tampak kewalahan meladeni determinasi pemain-pemain lokal yang lebih muda dan gesit.
Ekspektasi yang Terlalu Tinggi
Tuntutan publik terhadap pemain berstatus Marquee Player sangatlah kejam. Faubert dituntut untuk bisa melakukan semuanya: bertahan, mengkreasi serangan, hingga mencetak gol. Namun, dalam 15 penampilannya bersama skuad Pesut Etam, ia hanya mencetak 3 gol dan sering terlihat kehabisan napas di babak kedua.
Akhirnya, pada pertengahan musim, manajemen Borneo FC memutuskan untuk mencoret Faubert. Kisahnya menjadi bukti bahwa CV tebal dari benua Eropa akan menjadi tidak berguna jika fisik sang pemain tidak siap menghadapi “hutan belantara” sepak bola Asia Tenggara yang keras.
