Top 3 Pelatih BRI Super League 2025: Dominasi Asing & Kebanggaan Lokal

0

AnakBola.org – Pergantian tahun dari 2025 ke 2026 menandai berakhirnya satu babak penuh drama dalam kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Di balik ketatnya persaingan antar klub, terdapat peran krusial para juru taktik yang beradu strategi di pinggir lapangan. Musim ini bukan hanya soal siapa yang mengangkat trofi, tetapi juga tentang bagaimana tiga pelatih menonjol mendefinisikan ulang peta kekuatan BRI Super League.

Dinasti Baru Persib di Tangan Dingin Kroasia

Bojan Hodak telah membuktikan dirinya sebagai fenomena tersendiri di sepak bola tanah air. Sejak mengambil alih kemudi Persib Bandung pada Juli 2023, pelatih berusia 54 tahun ini mengubah Maung Bandung menjadi kekuatan yang menakutkan. Catatan statistik berbicara lantang: dari 96 laga di berbagai ajang, Hodak mengamankan 54 kemenangan dan hanya menelan 14 kekalahan.

Konsistensi adalah kunci utamanya. Hodak sukses mempersembahkan gelar juara Liga 1 secara back-to-back pada musim 2023/2024 dan 2024/2025. Memasuki musim 2025/2026, ia kembali menempatkan Persib di puncak klasemen sementara dengan 34 poin, unggul head-to-head atas pesaing terdekatnya. Tak hanya di level domestik, kiprahnya berlanjut di AFC Champions League (ACL) Two, di mana Persib bersiap menghadapi tantangan Ratchaburi. Reputasi gemilangnya bahkan memicu rumor ketertarikan PSSI untuk menjadikannya suksesor Patrick Kluivert di Timnas Indonesia.

Kebangkitan Arsitek Lokal di Panggung Utama

Di tengah serbuan pelatih asing, Hendri Susilo hadir sebagai antitesis yang membanggakan. Mengambil alih kursi kepelatihan Malut United dari Imran Nahumarury, Hendri menjadi satu-satunya pelatih lokal yang mampu bersaing di papan atas musim ini. Kestabilan Laskar Kie Raha di bawah arahannya bukanlah kebetulan semata.

Meski sempat tersandung oleh tim promosi PSIM dan Persik, respons taktik Hendri terbukti ampuh. Malut United mencatatkan rangkaian hasil impresif, termasuk lima kemenangan beruntun melawan tim-tim kuat seperti Madura United dan Persis Solo. Puncaknya, racikan strategi Hendri sukses menumbangkan raksasa liga: Persib Bandung (2-0), PSM Makassar (1-0), dan Borneo FC (3-2). Dengan rekor 8 kemenangan dan hanya 2 kekalahan, ia membawa timnya bertengger di posisi empat besar, menjaga asa juara tetap menyala.

Filosofi Menyerang Efektif ala Borneo FC

Nama Fabio Lefundes layak disandingkan dengan jajaran elit pelatih terbaik saat ini. Juru taktik asal Brasil ini menyulap Borneo FC menjadi mesin gol yang efisien. Membawa pengalaman dari Madura United dan Persita, Lefundes menerapkan skema 4-3-3 defending yang unik—kokoh di belakang namun meledak saat menyerang.

Statistik Pesut Etam di bawah kendalinya sangat mencolok: surplus 16 gol (mencetak 29, kebobolan 13) dari 15 pertandingan. Borneo FC bahkan sempat mencatatkan rekor 11 kemenangan beruntun sebelum laju mereka diredam oleh Bali United dan Persib. Kini, dengan perolehan poin yang sama dengan pemuncak klasemen, Lefundes menjaga Borneo FC tetap di jalur yang tepat untuk memperebutkan mahkota juara musim ini.

Peta Persaingan Menuju Takhta 2026

Kompetisi BRI Super League musim 2025/2026 menyajikan narasi persaingan yang sangat terbuka. Dominasi Persib dan Borneo FC yang terus ditempel ketat oleh kejutan dari Malut United menunjukkan bahwa liga semakin kompetitif. Peran pelatih dalam meramu kedalaman skuad dan mentalitas pemain akan menjadi faktor pembeda di sisa musim yang krusial ini.

Ligaindonesiabaru.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *