Edukasi Bola: Aturan Kiper Maju Saat Penalti, Mengapa Wasit VAR Sering Menyuruh Tendangan Diulang?

0

AnakBola.org – Sejak teknologi Video Assistant Referee (VAR) diaplikasikan secara luas dalam dunia sepak bola, salah satu kejadian yang paling sering memicu drama dan protes keras adalah saat eksekusi tendangan penalti. Sering kali kita melihat seorang kiper sukses menepis tendangan penalti dengan heroik, melakukan selebrasi, namun beberapa detik kemudian wasit meniup peluit, menunjuk titik putih lagi, dan meminta penalti diulang!

Mengapa penyelamatan gemilang itu dibatalkan? Alasannya berkaitan dengan regulasi sangat ketat mengenai batas pergerakan penjaga gawang sebelum bola ditendang oleh eksekutor.

Aturan “Satu Kaki di Garis” (One Foot on the Line Rule)

Menurut Laws of the Game yang diterbitkan IFAB, saat menghadapi tendangan penalti, seorang kiper WAJIB memiliki setidaknya satu kaki yang menyentuh, atau sejajar di atas, garis gawang pada saat bola ditendang (saat sepatu eksekutor bersentuhan dengan bola).

Dulu, sebelum era VAR, kiper sering kali mengambil langkah maju yang cukup jauh ke depan sesaat sebelum bola ditendang. Taktik ini sangat menguntungkan kiper karena:

  1. Mempersempit Sudut (Narrow the Angle): Semakin kiper maju, semakin kecil sudut tembak yang terlihat oleh penendang.
  2. Memotong Jarak: Kiper bisa menjangkau bola lebih cepat sebelum bola meluncur deras ke pojok gawang.

Skenario Pelanggaran dan Hukuman Kini, kamera VAR dapat mendeteksi pelanggaran “kiper maju” hingga hitungan milimeter. Berikut adalah skenario penerapannya:

  • Jika Kiper Maju & Menepis Bola: Apabila kiper melangkah maju (kedua kakinya melewati garis gawang) sebelum bola ditendang, dan ia berhasil menyelamatkan/menepis bola, maka VAR akan mengintervensi. Penyelamatan tersebut dibatalkan dan PENALTI WAJIB DIULANG.
  • Jika Kiper Maju & Bola Gol: Apabila kiper terlanjur melangkah maju tapi tendangannya tetap masuk menjadi GOL, maka pelanggaran kiper tersebut akan diabaikan oleh wasit dan GOL TETAP SAH. (Aturan Advantage berlaku untuk penendang).
  • Jika Kiper Maju & Bola Melenceng Sendiri: Ini menarik. Jika kiper maju, namun tendangan si eksekutor ternyata menyamping atau melambung tinggi jauh dari gawang (tanpa disentuh kiper), maka penalti TIDAK DIULANG. Wasit akan memberikan tendangan gawang. (Kecuali wasit menilai pergerakan maju kiper sangat ekstrem hingga mengganggu konsentrasi penendang).

Aturan “satu kaki di garis” ini bertujuan untuk memberikan keseimbangan yang adil antara penendang dan penjaga gawang dalam proses eksekusi penalti murni.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *