Sejarah Persita Tangerang: Pasang Surut Pendekar Cisadane dan Warisan Stadion Benteng

AnakBola.org – Persita Tangerang adalah salah satu klub tua yang mewarnai sejarah sepak bola Indonesia sejak era Perserikatan. Identik dengan warna ungu, klub berjuluk Pendekar Cisadane ini memiliki sejarah panjang tentang perjuangan, degradasi, dan kebangkitan kembali ke kasta tertinggi.
Identitas Klub | Data | Keterangan | | :— | :— | | Nama | Persita Tangerang | | Berdiri | 19 April 1953 | | Julukan | Pendekar Cisadane | | Suporter | LBV (Laskar Benteng Viola) & North Legion | | Stadion | Indomilk Arena (Sekarang) |
Era Kejayaan: The Golden Era 2000s Persita pernah menjadi tim yang sangat disegani pada awal 2000-an, terutama di era pelatih Benny Dollo.
- Runner-up Liga Indonesia 2002: Ini adalah pencapaian tertinggi Persita. Diperkuat legenda seperti Ilham Jaya Kesuma (Top Skor) dan Zaenal Arief, mereka melaju ke final meski harus kalah dari Petrokimia Putra.
- Gudang Striker: Persita dikenal pandai melahirkan striker lokal tajam. Ilham Jaya Kesuma adalah bukti nyata, menjadi top skor liga berkali-kali.
Transformasi Modern Setelah sempat lama berkutat di Liga 2, Persita bangkit dengan manajemen baru yang lebih profesional. Pembenahan infrastruktur, rebranding logo, dan renovasi stadion Indomilk Arena menjadi bukti keseriusan Pendekar Cisadane untuk bertahan di Liga 1.
