Panduan Lengkap Aturan Offside dan Cara Kerja VAR di Liga 1: Suporter Wajib Tahu!

AnakBola.org – Penerapan Video Assistant Referee (VAR) di Liga 1 Indonesia telah mengubah dinamika pertandingan. Namun, perdebatan soal offside masih sering terjadi. Artikel ini akan membedah secara mendalam bagaimana aturan offside bekerja dalam era VAR dan apa saja protokol yang digunakan wasit.
Definisi Offside (IFAB Law 11) Seorang pemain dianggap berada dalam posisi offside jika:
- Bagian tubuhnya (kepala, badan, kaki) yang bisa mencetak gol berada lebih dekat ke garis gawang lawan dibandingkan bola dan pemain bertahan kedua terakhir.
- Posisi tersebut terjadi tepat saat bola dimainkan atau disentuh oleh rekan setimnya.
Peran VAR dalam Pengecekan Offside Di Liga 1, pengecekan VAR untuk offside bersifat faktual (objektif), bukan interpretasi subjektif wasit.
- Titik Pengecekan: Operator VAR akan menarik garis virtual (virtual lines) dari bagian tubuh paling depan penyerang dan bagian tubuh paling belakang pemain bertahan.
- Delayed Flag: Hakim garis kini diinstruksikan untuk menunda mengangkat bendera (delayed flag) sampai peluang serangan selesai (misal: gol terjadi atau bola keluar), baru kemudian VAR mengecek validitasnya.
Studi Kasus: Active vs Passive Tidak semua pemain di posisi offside itu melanggar aturan.
- Active: Terlibat permainan (menyentuh bola) atau mengganggu lawan (interfering with an opponent).
- Passive: Berada di posisi offside tapi tidak mempengaruhi permainan. Ini TIDAK pelanggaran.
Kesimpulan Kehadiran VAR meminimalisir human error, meski seringkali memakan waktu. Bagi suporter, memahami aturan ini penting agar tidak salah paham saat melihat keputusan wasit menganulir gol.
