Sejarah Persiwa Wamena: Mengenang Kedigdayaan “Badai Pegunungan” di Puncak Klasemen ISL

AnakBola.org – Jika Anda berpikir Papua hanya tentang Persipura Jayapura, Anda melewatkan satu fenomena luar biasa di era Indonesia Super League (ISL). Mari mengenang Persiwa Wamena, klub berjuluk “Badai Pegunungan” yang pernah menjadi mimpi buruk bagi seluruh klub elite Indonesia di penghujung tahun 2000-an.
Identitas & Keangkeran Markas
| Data | Keterangan | | :— | :— | | Nama | Persatuan Sepak Bola Indonesia Wamena | | Julukan | Badai Pegunungan / The Highlanders | | Stadion | Pendidikan, Wamena | | Prestasi Terbaik | Runner-up ISL 2008/2009 |
Stadion Pendidikan & Paru-Paru Ketiga
Kunci kesuksesan Persiwa bukan hanya pada skuad asuhan Suharno yang diisi duet maut Pieter Rumaropen dan Boakay Eddie Foday. Rahasia utamanya adalah Stadion Pendidikan Wamena! Terletak di dataran tinggi dengan udara yang sangat tipis, tim tamu dari Pulau Jawa sering kali kehabisan napas di babak pertama, sementara para pemain Persiwa berlari seolah memiliki “paru-paru ketiga”. Persiwa bahkan sukses menjadi Runner-Up ISL musim 2008/2009 di bawah Persipura.
