Sejarah Persikab Kabupaten Bandung: Mengenang Sang “Dalem Bandung” Tetangga Persib yang Terlupakan

AnakBola.org – Jika kita menyebut sepak bola di Bandung, pikiran semua orang pasti akan langsung mengarah pada satu nama raksasa: Persib Bandung. Namun, sejarah mencatat bahwa tanah Pasundan pernah memiliki dua kekuatan yang berlaga di kasta profesional. Di bayang-bayang kebesaran Maung Bandung, berdirilah sebuah klub yang tak kalah bersejarah dan pernah meramaikan kasta kedua (Divisi Utama) Liga Indonesia: Persikab Kabupaten Bandung.
Berjuluk “Dalem Bandung” atau “Laskar Sangkuriang”, Persikab adalah representasi sejati dari masyarakat Kabupaten Bandung. Sempat merasakan manisnya bersaing dengan klub-klub besar, nasib Persikab kini menjadi pengingat pahit tentang betapa sulitnya bertahan di industri sepak bola modern tanpa pengelolaan finansial yang mandiri.
Masa Kejayaan di Akhir 90-an dan Stadion Sangkuriang
Masa paling gemilang Persikab terjadi pada penghujung dekade 1990-an hingga awal 2000-an. Saat itu, mereka bermarkas di Stadion Sangkuriang, Cimahi (sebelum Kabupaten Bandung dimekarkan). Berbeda dengan Persib yang bergelimang bintang, Persikab saat itu mengandalkan kolektivitas, pemain lokal pekerja keras, dan pemain asing yang underrated namun efektif.
Salah satu momen paling membanggakan bagi suporter mereka (Lulugu Persikab) adalah ketika mereka berhasil menembus Divisi Utama Liga Indonesia (kasta tertinggi saat itu) pada musim 1999/2000. Laga Derby Bandung antara Persikab melawan Persib selalu menyajikan gengsi tersendiri. Meskipun secara finansial dan basis suporter jauh tertinggal, skuad Dalem Bandung selalu tampil ngeyel dan memberikan perlawanan sengit yang membuat tetangga mereka kewalahan.
Gudang Bakat Lokal Pasundan
Meski tidak sekaya Persib, Persikab Kabupaten Bandung sering kali menjadi “batu loncatan” atau tempat pembinaan yang ideal bagi talenta-talenta muda Jawa Barat sebelum mereka bersinar di level nasional. Klub ini menjadi wadah bagi para pemain lokal yang tidak mendapat menit bermain di klub raksasa untuk membuktikan kualitas mereka.
Karakter permainan Persikab sangat kental dengan style sepak bola Jawa Barat zaman dulu: mengandalkan umpan-umpan pendek kaki ke kaki yang taktis dan kecepatan dari sisi sayap.
Nasib Tragis dan Harapan Bangkit di Si Jalak Harupat
Sayangnya, ketika era sepak bola profesional (ISL) dimulai dan klub dilarang menggunakan dana APBD, Persikab menjadi salah satu korban pertama yang tumbang. Mereka mengalami krisis finansial hebat yang membuat klub terjerembap ke kasta terendah, Liga 3.
Padahal, Pemerintah Kabupaten Bandung kini memiliki salah satu stadion termegah di Indonesia, yakni Stadion Si Jalak Harupat di Soreang. Sangat ironis melihat stadion berstandar internasional tersebut lebih sering digunakan oleh Persib, sementara sang pemilik asli, Persikab, masih berjuang merangkak naik dari kompetisi amatir. Harapan Lulugu Persikab kini hanyalah melihat Laskar Sangkuriang kembali bangkit dan mencicipi panasnya kompetisi profesional.
