Profil Legimin Raharjo: Jenderal “Pengangkut Air” Legendaris Kebanggaan PSMS Medan

0

AnakBola.org – Di tengah gemerlap penyerang-penyerang tajam dan playmaker asing yang menghiasi etalase sepak bola Indonesia, kita tidak boleh melupakan peran seorang pekerja kasar di lini tengah. Dalam kosa kata sepak bola modern, peran ini disebut Defensive Midfielder atau Ball-Winning Midfielder. Dan jika kita mencari salah satu figur lokal terbaik yang memerankan posisi “Gelandang Pengangkut Air” ini, nama Legimin Raharjo adalah jawabannya.

Lahir di Medan, Legimin menghabiskan sebagian besar karier emasnya untuk membela klub tanah kelahirannya, PSMS Medan. Ia adalah sosok kapten, jenderal, dan tembok pertama yang harus dilewati lawan sebelum menyentuh area pertahanan Ayam Kinantan.

Spesialis “Dirty Work” (Pekerja Kotor)

Legimin Raharjo (sering disapa Gimin) bukanlah pemain yang hobi pamer skill step-over atau lari secepat kilat. Ia adalah pekerja keras. Tugas utamanya adalah melakukan dirty work: memutus serangan lawan, menekel pemain yang lebih besar, dan merebut kembali penguasaan bola.

Staminanya sangat luar biasa. Ia ibarat mesin diesel yang tidak pernah kehabisan tenaga meski harus berlari mengejar bola selama 90 menit penuh. Keunggulannya tidak hanya pada fisik, tetapi pada kecerdasannya membaca arah umpan (intercept). Ia selalu tahu kapan harus melakukan sliding tackle agresif dan kapan harus sekadar menutup ruang (jockeying).

Membawa PSMS Medan ke Puncak (2007)

Masa kejayaan Legimin terjadi pada perhelatan Liga Indonesia 2007. Saat itu, ia dipercaya menjadi Kapten PSMS Medan. Di bawah kepemimpinannya di lini tengah (berduet dengan nama-nama hebat seperti Mahyadi Panggabean dan Saktiawan Sinaga), PSMS Medan tampil sangat solid dan trengginas.

Gaya main “Rap-Rap” khas Medan tereksekusi sempurna dengan adanya Legimin sebagai dinamo lini tengah. Ia sukses memimpin PSMS Medan menembus partai Final Liga Indonesia 2007 di Stadion Gelora Bung Karno, meski akhirnya harus puas menjadi runner-up setelah kalah dari Sriwijaya FC.

Karisma Sang Kapten Abadi

Sepanjang kariernya, ia sempat membela beberapa klub lain seperti Persik Kediri, Arema, hingga Pelita Bandung Raya. Namun, hatinya selalu kembali untuk PSMS Medan hingga ia gantung sepatu di usia yang sudah sangat senior. Karisma dan wibawanya di lapangan membuat Legimin Raharjo dihormati kawan maupun lawan. Ia adalah cetak biru sempurna dari seorang kapten sejati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *