Edukasi Bola: Aturan Penalti Terbaru FIFA, Mengapa Kiper Kini Dilarang “Berulah” Mengganggu Penendang?

AnakBola.org – Final Piala Dunia 2022 antara Argentina dan Prancis menyajikan drama adu penalti yang sangat ikonik. Kiper Argentina, Emiliano “Dibu” Martinez, menjadi pahlawan sekaligus sosok kontroversial lewat mind games (perang urat saraf) yang ia lakukan. Ia membuang bola, menari-nari, mengejek, dan menepuk-nepuk tiang gawang untuk merusak konsentrasi penendang penalti Prancis.
Aksinya sukses membawa Argentina juara, namun FIFA dan IFAB (Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional) segera bereaksi keras. Untuk memastikan eksekusi penalti berjalan adil dan menjunjung tinggi sportivitas, IFAB merilis pembaruan regulasi Laws of the Game yang kini dikenal oleh publik sebagai “Aturan Anti-Dibu Martinez”. Apa saja larangannya?
1. Larangan Menyentuh Tiang dan Jaring Gawang
Sebelumnya, sangat lumrah melihat kiper memukul-mukul tiang gawang, menendang tiang, atau menarik jaring untuk mengintimidasi penendang atau sekadar bersiap. Berdasarkan aturan terbaru, kiper DILARANG KERAS menyentuh tiang, mistar, maupun jaring gawang sebelum bola ditendang. Kiper harus berdiri tenang di atas garis gawang. Wasit tidak akan meniup peluit tanda penalti dieksekusi jika kiper masih memegang area gawang.
2. Larangan Mengulur Waktu (Delaying)
Kiper tidak boleh lagi melakukan trik mengulur waktu. Membawa bola berjalan-jalan, menolak memberikan bola kepada penendang, atau sengaja membuang bola ke arah yang jauh seperti yang dilakukan Martinez kepada Aurelien Tchouameni kini dikategorikan sebagai pelanggaran. Wasit diinstruksikan untuk langsung memberikan teguran keras atau Kartu Kuning jika kiper sengaja memperlambat proses penalti.
3. Larangan Mengganggu Konsentrasi (Distracting)
Aturan ini menegaskan bahwa kiper diwajibkan menghormati eksekutor penalti. Kiper tidak diperbolehkan melakukan gerakan provokatif, berteriak mengejek, atau melakukan selebrasi tarian berlebihan di garis gawang sebelum tendangan dilakukan. Segala bentuk perilaku yang dianggap “tidak menghormati semangat permainan” akan langsung ditindak oleh wasit.
Dampak Aturan Bagi Penjaga Gawang
Pembaruan aturan ini sempat menuai protes dari komunitas penjaga gawang di seluruh dunia. Banyak kiper merasa bahwa penalti sudah terlalu menguntungkan penendang, dan menghilangkan mind games membuat tugas kiper menjadi jauh lebih sulit.
Namun, FIFA bersikeras bahwa penalti adalah hukuman murni (penalty kick), sehingga proses eksekusinya tidak boleh dicampuri oleh trik kotor yang merusak sportivitas. Kini, kiper hanya bisa mengandalkan satu hal: kelincahan refleks dan insting menebak arah bola dari atas garis gawang.
